Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Desember 2014

untuk mu

belajar menikmati hujan, menenangkan..
terus menerus menjadi gerimis yang menemani hari
tanpanya hari akan panas terik
aku mulai belajar melihat mu untuk mensyukuri
apa itu penantian

matahari, mungkin itu dirimu yang terus menyinari tanpa aku menyadari
hingga akhirnya aku meyadari arti
sebuah rasa dalam hati
alhamdulillah..

Sabtu, 14 Juni 2014

belajar

Belajar…
Amanah kehidupan, untuk memuliakan diri
Dengan hiasan ilmu hidup akan terang
Memahami dan bertemu Sang Maha Ilmu
Belajar untuk jadi lebih baik
Mengerti dari mana, dimana dan akan kemana kita

Belajar…
Candu bagi pecinta ilmu
Kebahagiaan bagi orang beriman
Kebutuhan bagi aktifis

Belajar…
Untuk tahu kekurangan dan menambahkan komposisi yang tepat
Untuk membangun pondasi bangunan gerakan
Untuk mengatur lalu lintas perjalanan

Belajar…
Hanya belajar
Dari belajar
Untuk belajar



Rabu, 22 Januari 2014

untuk mu jingga ku



Aku selalu bahagia bila hujan turun, karena aku dapat mengenalmu sendiri
Aku bisa tersenyum sepanjang hari, karena hujan pernah menahan mu disini untuk ku
(Utopia-Hujan)

Aku menyebutnya hujan, hujan yang selalu mengingatkan aku untuk menengadahkan tangan merasakan sejuknya tetes hujan hingga ke dalam hati. Berjalan menatap biru langit yang selama ini sepi. Kemudian dirimu hadir menjinggakan biru ku yang telah kelu.
Menjadi pendamping mu, menemani gelak tawa mu, diam mu, sedih mu
Aku merasa cantik dengan panggilan singkat mu di layar telepon genggam ku. Hilda... sebuah nama itu cukup untuk aku mengetahui rasa mu. Jingga mu mengalahkan pelangi yang kemarin hadir, kemudian aku sekarang semakin tertunduk dalam untaian doa. Meminta mu yang dipilihkan Maha Cipta. Bila memang kita mampu saling memahami dan mendukung.
Ya, aku ingin kita dapat berlari bersama. Mengenggam tangan mu untuk menguatkan bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari perjuangan untuk membangun sebuah peradaban. Yakinkan aku bila esok bersama kita akan berusaha untuk menjadikan diri indah dihadapan lainnya.
Mengistimewakan setiap diskusi kita. Menyemarakkan perjalanan kita mengitari belahan bumi. Sehingga kita akan mati dalam sebuah pelukan hangat yang menutup semua perjalanan kita. Hujan ini selalu menghangatkan hati ku untuk dapat mengingat janji kita untuk dapat saling menerima dan menua bersama.
Hati ku ini rapuh, ada secercah harapan untuk mu yang menenangkan kepanikan dan ketakutan itu. Sehingga kita mampu lebih kuat melewati semua. Jingga, terbit mu dan tenggelam mu selalu ku nanti. Karena jingga mu akan mengindahkan biru ku.
Sampai saat ini aku belum memahami mu, jadi ajarkan aku memaklumi phlegmatis mu. Melankolis ku sering tersinggung, terkadang koleris ku kesal dengan sanguinis mu yang tak cepat bergerak. Kebahagiaan ku hanya ingin menjadi seorang yang spesial di hidup mu. Satu-satunya!
Diantara kesulitan ku melewati hubungan jarak jauh ini, aku tetap mengayuh impian ku untuk satu purnama yang akan membawa mu ke istana kecil ku. Memilih gaun dan kerudung yang warnanya pas dengan kilau jingga mu. Lalu menyiapkan pesta sederhana dengan orang-orang yang akan mendoakan cinta kita.
Aku merindukan mu jingga, menjemput ku untuk sebuah rasa dan asa.
Yang ku lakukan kini hanya meminta keberanian dan kemantapan hati dalam melangkah bersama mu, jingga yang akan melengkapi sayap ku. Rusuk ku yang menguatkan punggung mu.

Hujan jingga Yogyakarta, 10 RA 1435-12 Jan. 14 detik ke 15.22

Jumat, 06 September 2013

hingga matahari enggan terbit

kesabaran, adalah upaya kita tetap berjalan mengubah yang ada jadi lebih baik
keikhlasan, adalah bagian sisi kemanusiaan kita
kesyukuran, adalah tanda kita menikmati hidup

semua hanya sebuah kisah, nantinya ada hikmah
karena kita diuji pada tataran tindakan
apa yang mampu lakukan untuk dapat menjadi seseorang yang berarti
lembar ini hijau, mendamaikan letih yang terbuai
bersama napas kehidupan kita terus memaknai
hingga tak ada lagi kesempatan untuk belajar

tinta kita akan kering bila tulisan kita hanya sekedar mengikuti arus dunia
namun akan terukir bila tulisan kita untuk mengungkap cipta, rasa, karsa sebagai tugas kemanusiaan kita
teruslah belajar, hingga matahari enggan terbit di pagi mu..

Senin, 22 Juli 2013

gelaran budaya

Sedikit kita menengok kebijakan, istilah pendidikan dan kebudayaan terkonstruksi untuk membangun sebuah peradaban. Bagaimana proses pendidikan dan kebudayaan suatu tempat akan mempengaruhi kualitas peradabannya. Pendidikan merupakan jalan untuk menajamkan logika berpikir, teori, sistematika dan metodologi yang menjadikan seseorang akan memiliki keilmuan yang benar.
Kini mungkin pemimpin kita sedikit menutup diri, menutup mata dan telinganya. Aksi-aksi yang katanya “membela” rakyat justru malah mengganggu kepentingan umum. Jadi rakyat manakah yang dikau bela teman? Sebuah kalimat yang pernah terdengar, berhenti menyalahkan gelap karena terang kita yang dinanti. Kerja-kerja nyata kita untuk membangun kehidupan yang lebih baik dari saat kita pertama bertemu.
Kebudayaan adalah cermin dari kualitas pendidikannya.
Bila ingin suara kita di dengar dunia, bergeraklah dengan jalan budaya yang lembut diterima masyarakat namun menghujam ke hati. Agar yang kita lakukan tepat sasaran dan semakin mengungkap bagaimana seharusnya manusia bersinergi dalam ritme alam. Sekalipun kita berbeda, namun dengan membangun budaya yang baik perbedaan itu akan menjadi warna pelangi yang saling melengkapi.
Gelaran budaya yang akan menjadi “teguran” yang baik untuk hati yang baik…

Minggu, 21 Juli 2013

menunggu hujan



Dibalik kaca, aku mendengar suara tarian hujan. Menggoda ku untuk memperhatikan tiap tetes yang seketika membasahi tanah. Aroma sejuk menyapa hidung ku yang menyembunyikan kekaguman J. Alhamdulillah, hujan selalu menginspirasi. Menghangatkan gersang dan menyemai indah..
Lalu lalang orang dengan segala aktifitasnya tidak sedikitpun mengganggu kehadiran hujan. Hujan yang hadir tiba-tiba dengan gerombolan awan dan akan pergi bila persediaan airnya telah habis. Hujan… mengajarkan ikhlas dan syukur. Membalut hari dengan segala cintaNya. Mengalun syahdu, perlahan aku belajar untuk mendewasakan pikir dan sikap. Menyiapkan kehidupan esok yang akan berjalan tanpa amal lagi.
Hujan…
Setitik cinta diantara bisingnya manusia melihat dirinya. Tidak sedikit yang masih berjalan tanpa mengenal dirinya. Galau hanya karena ego terusik, lupa akan amanah umat. Umat yang menanti karya kita. Masihkah sempat kita tenggelam hanya untuk diri kita yang tidak memiliki apa pun ini??
Datanglah, dengan segenggam hujan…
Membersamai jalan yang bising dengan segala kebisingan, hanya sebuah suara yang ku nantikan. Berjalan dengan kisah yang mengenggam jari ini di akhir hari, akhir senja kita. Jika saja, diijinkan... aku ingin menanti mu hingga aku tidak lagi punya waktu bernapas. Tapi, aku tidak mungkin begini terus. Hidup ku harus berjalan, terus berusaha untuk menemukan mu.
Entah kata apa lagi yang harus ku tulis, kata apa lagi yang harus ku ucap. Untuk menemukan mu, membuat mu menyegerakan langkah, dan membuat Maha Cinta menjawabnya. Tidak banyak yang aku inginkan, hanya suara mu yang meneduhkan, mata mu yang menenangkan, tangan mu yang menghangatkan, senyum yang menguatkan, cinta mu yang mengalirkan keindahan ibadah-ibadah kita.

Rabu, 22 Mei 2013

sebuah cita



Angin….
Hembusan  angin, datanglah temani tarian hujan ku.
Menatap esok dengan yakin, bahwa “rumah senyum” itu akan mewujud nyata.
Sebuah rumah sederhana tampilannya dengan sejuta mimpi dan karya nyata dari anak-anak bumi.
Tak lagi menangisi badai, karena mereka akan belajar berdiri di dalamnya.
Menunjukkan pada dunia, bahwa kebahagiaan adalah hak setiap anak.
Kebahagiaan berkarya untuk Islam dan ummat Islam.
Idealisme langit yang diterjemahkan oleh realitas sosial.
Angin...
Maha Karya dari cintaNya, menepikan hati pada sebuah sudut ketidakmengertian.
Mengapa aku terlahir seperti ini?
Sejenak ku diam, memahami dan menghayati.
Rencana kehidupan adalah menjadikan kita manusia sempurna.
Lahir dari kebaikan dan kembali pada kebaikan setelah melewati banyak keburukan.
Kini, aku bisa memiliki senyum yang indah.
Senyuman yang tulus menghapus luka yang ada.
Cukuplah aku merasakan perjalanan ini, tidak untuk mu teman.
Keluarga tidak berbatas darah, namun juga cinta kita pada Maha Cinta.
Di rumah senyum, keluarga akan menghapus sekat dan tembok.
Cinta kita padaNya mencipta karya.
Semoga... Amal jariyah, ilmu bermanfaat dan anak-anak ideologis yang sholih tetap semarak mewarnai pertemuan kita.

Minggu, 06 Januari 2013

menari menyambut mu

Diantara rinai tarian hujan, aroma itu hadir menyelimuti
Menghangatkan..
Aku tahu, keajaiban itu adalah biru
Yang seketika melengkapi jalan ini
Menguatkan dengan derai tawa dan tarian syukur
Senyuman yang menambah semaraknya
Rahasia ini hanya kita yang tahu, kita yang menanti rintik hujan mengalir
Aku ada untuk menjadi hati
Hati yang mengindahkan perjalanan kita
Beri aku kesempatan menemani mu
Duduk kembali di sebelah mu, menikmati malam dengan secangkir teh hangat manis
Berkisah tentang perjuangan kita di siang hari
Saling memberi semangat dan doa
Lalu kita kembali berjuang, mencintai Maha Cinta yang mempertemukan kita
Aku pun telah mencipta sebuah tarian menyambut kehadiran mu
Agar dirimu yakin, akulah untukmu..


Selasa, 04 Desember 2012

mengepak bersama



Senja di ufuk menandakan matahari yang ingin beristirahat
Perjalanan yang melelahkan ini pasti akan ada ujungnya…
Pelan,pelan… derak roda berputar
Mengantarkan pada sebuah arti
Mengartikan setiap langkah yang kita buat
Ufuk langit yang memerah kini menjingga berjelaga di tepian pantai
Debur ombak jantung ku, karena duduk di sini…
Memandang bintang biru itu menghampiri rinai air di sudut mata
Merengkuh kekhawatiran ku, dan berkata “semua akan baik-baik saja”
Di senja Oktober, aku berdiri mananti rintik November
Agar kering ini usai, dan tarian ku semarak
Bersama aku yakin bisa mencipta cita…
Gemerlap mu hanya eksotika relung ku
Tak ada yang mampu pahami…
Sebab bintang ada yang hanya biru…
Melengkapi, mendukung dan menyenangkan
Semua ini hanya senandung doa yang ku sampaikan pada maha Hidup
Agar aku tetap yakin, dirimu pun merasa yang sama
Sebab rasa kita adalah karya, bukan sekedar kata
Membangun prasasti keabadian yang lahir dari seorang yang terpuji dan amat dikasihi Penciptanya
Terima kasih detik yang berdetak
Aku mengerti dan memahami penundaan kebaikan sebagai jalan menjadi lebih menghargai mu


Bersama rintik siang yang sebelumnya menyengatkan peluh, langit menghitam diiringi nyanyian gemuruh. Bersanding antara hujan dan awan. Perjalanan menanti itu bukan untuk pejuang, karena pejuang yang maju menaklukan waktu dengan pedangnya. Keberanian menghadapi badai yang sewaktu-waktu akan tiba, atau mengorbankan rasa untuk warna yang lebih indah lagi semarak. Aku pun masih mencari diantara repihan kebenaran itu. Antara angin yang sejuk atau hanya angin dalam imaji ku saja? Di tepi november ini aku masih berdoa, menyapa ku dengan tanda yang ku beri. Jingga, adalah cahaya segemerlap mu lagi… Diantar bintang biru yang ku genggam, tangan mu mengusap embun di wajah pagi. Memendar sisa rembulan yang malu-malu menampakkan rasa. Maha Cinta yang begitu mudah tampil merengkuh senyuman yang lama terkubur gelap. Berikan aku satu bintang itu, untuk menemani ku menyempurnakan kelopak bunga ku yang ingin kuat menyambut tetesan rintik yang nanti menguat. Bersama, aku akan mengerti betapa mata ku lebih kemilau terpantul di mata mu yang lentik. Jemari ku tak akan lelah menulis nama mu di tiap lembar yang ku temui. Angin, antarkan ia lebih cepat. Aku takut hati ku akan membeku kedinginan. Aku sudah menemukannya di sudut rinai lembayung senja. Ijinkan aku memberikan segenap rasa untuk mencintai karena Maha Cinta yang menginginkannya. Memberinya waktu ku untuk dapat saling memahami dunia itu terdiri dari banyak warna. Bila kita terus menjejakkan lembaran waktu dengan kebaikan. Aku hanya ingin sebuah kesederhanaan makna dari semua ini. Memudahkanku melangkah di pijakan selanjutnya. Meningkatkan kualitas cinta pada Sang Maha saat aku memilih. Karena kualitas cinta ini akan menjadi bukti kebersyukuran ku telah ditemukan dengan mu. Diantara mimpi dan cita cinta.